20 Tahun Living Quran, Prodi IQT Rancang Pola Pendekatan Keilmuan Baru Hadapi Era Kecerdasan Buatan

UIN Mataram, 22 Januari 2026– Membuka masa perkuliahan Semester Genap 2025/2026, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir FUSA UIN Mataram menggelar Diskusi Ilmiah Dosen bertajuk “20 Tahun Living Quran; Menyusun Arah dan Masa Depan Kajian Tafsir”. Acara yang diikuti seluruh dosen Prodi IQT ini berlangsung di Meeting Room FUSA UIN Mataram sejak pukul 08.30 dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Winengan, M.Si.
Dalam sambutannya, Prof Win-sapaan akrabnya- memberikan apresiasi atas berlangsungnya acara ini. Dengan memberikan dukungan sepenuhnya pula kepada keberlangsungan pengembangan kompetensi akademik dosen di lingkungan FUSA UIN Mataram.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber; Prof. Dr. H. Muhammad Taufiq, Lc., M.H.I., Guru Besar Ilmu Tafsir, dan M. Khoiril Anwar, M.Ag., Ketua Quranic Center. Diskusi meletakkan fokus pada ikhtiar memunculkan variasi baru dari pendekatan Living Quran, sebuah pendekatan dalam kajian tafsir yang mulai memunculkan bentuk yang ajeg dalam ekosistem keilmuan kajian al-Quran dan Tafsir.

Prodi IQT menjadikan kajian Living Quran sebagai bagian dari Road Map keilmuan 5 tahun mendatang yang berusaha membuka ruang diskusi pengembangan Digital Quran, Scriptural Reasoning, dan Digital Hermeneutics, sebagai varian baru penopang visi keilmuan Prodi. Kedepannya diharapkan kajian ini muncul dalam penelitian-penelitian Dosen dan Mahasiswa sebagai bagian dari usaha menegaskan diri sebagai Pusat Kajian Quran di Indonesia Timur.




