FUSA UIN Mataram Gelar Diskusi Ilmiah Peta Jalan Penelitian, Prodi IQT Pasang Target 5 Tahun Ke Depan

Mataram, 12 Desember 2025– Sebagai wujud usaha pengembangan kualitas dan kuantitas penelitian Dosen dan Mahasiswa, Fakultas UIN Mataram menggelar Diskusi Ilmiah Dosen bertajuk “Dari Visi Keilmuan Ke Agenda Riset: Penyelarasan Road Map Penelitian Prodi dan Renstra”. Acara yang digelar pada 10-11 Desember 2025 di Lesehan Bebek Galih Jempong diikuti oleh Dosen-Dosen FUSA UIN Mataram dari Tiga Program Studi (Prodi); Sosiologi Agama, Pemikiran Politik Islam dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Acara yang dimulai sejak pukul 09.30 WITA ini dibuka langsung oleh Dekan FUSA UIN Mataram Prof. Dr. Suprapto, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa acara ini adalah bagian dari upaya serius FUSA untuk mendukung Visi UIN Mataram menuju World Class University. Peta Jalan Riset menjadi penting untuk membangun arah penelitian yang konsisten dan berkelanjutan. Dibutuhkan keseriusan dan ketekunan dalam membangun strategi dan tahapan yang akan menjadi panduan Dosen dan Mahasiswa dalam menyusun proyek-proyek penelitian.
Wakil Dekan I Bidang Akademik FUSA UIN Mataram, Prof. Dr. Winengan, M.Si. menambahkan bahwa kegiatan ini dalam rangka merawat keunggulan akreditasi tiga Prodi yang ada di FUSA. Ia menambahkan bahwa pengembangan riset ilmiah menjadi penting dalam mengembangkan citra akademik masing-masing Prodi menuju akreditasi Internasional.
Selanjutnya, masing-masing Prodi memaparkan peta jalan riset penelitian yang disusun sekaligus dengan target capaian (output) yang diharapkan. Dalam kesempatan ini, Kaprodi IQT, Dr. H. Muhammad Rizky, HK, M.A. turut menyampaikan Road Map Penelitian Prodi IQT 5 Tahun ke depan. Pada Tahun 2025, fokus riset IQT akan tertuju pada Penguatan Fondasi Metodologi Tafsir. Menurutnya fondasi metodologis yang kuat akan menjadikan Studi al-Quran dan Tafsir mudah beradaptasi dengan perkembangan isu baik lokal maupun global. Pada Tahun selanjutnya, fokus riset akan bergerak menuju kajian Digitalisasi Studi Qur’an. Hal ini merupakan bagian untuk membangun iklim adaptif dari Studi al-Quran dan Tafsir menghadapi perkembangan AI dan digitalisasi yang semakin tak terbendung.

Tahun 2027-2028 akan menjadi tahun penting untuk membangun iklim riset yang fokus pada dua hal; Interdisipliner dan Intertextual. Kajian-kajian Studi Al-Quran akan diarahkan menuju dialog yang resiprokal antara Quran dengan Isu-Isu Sosial-Politik, sekaligus sebagai gerak maju dari Living Quran, menuju Walking-Talking Quran. Quran tidak hanya digunakan untuk mendeskripsikan perilaku sosial, tetapi juga menjadi tools untuk kritik dan perubahan sosial.

Pada tahun 2029-2030, Prodi IQT akan berfokus untuk menajamkan kembali paradigma tafsir berbasis lokalitas yang tertumpu pada Rekonstruksi Wacana Tafsir Nusantara dan Pengembangan Grand Theory Tafsir Indonesia. Sehingga dalam lima tahun ke depan, Visi IQT untuk mencetak para mufassir pemula diharapkan mampu diperkuat dengan pencirian lokalitas daerah yang melekat. Hal yang menjadi tantangan bagi para pengkaji Studi Al-Quran dan Tafsir Prodi IQT untuk menjadikan UIN Mataram menjadi rujukan utama kajian tafsir yang bercorak lokal dan berspirit global.




