Berita

FUSA UIN Mataram Gelar Visiting Lecturer Bertema Ilmu Al-Qur’an & Tafsir, Islah Gusmian Ajak Mahasiswa IQT Kembangkan Kajian Tafsir Digital

Mataram, 20 Mei 2025– Menyambut perkembangan kajian tafsir di era digital. FUSA UIN Mataram menghadirkan Prof. Dr. Islah Gusmian dalam kegiatan Visiting Lecture dengan Tema “Kajian Al-Qur’an dan Tafsir di Era AI”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 20 Mei 2025 bertempat di Meeting Room FUSA UIN Mataram dihadir oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Acara dibuka langsung oleh Dekan FUSA UIN Mataram Prof. Dr. Suprapto M.Ag,.

Dalam sambutannya, Dekan FUSA menekankan bahwa perkembangan tafsir di era digital menuntut lahirnya perspektif dan pendekatan yang lebih beragam. Menurutnya, algoritme digital kini turut membentuk pola pembacaan masyarakat terhadap teks keagamaan. Cara kerja media sosial dan mesin pencarian melahirkan “algoritme membaca” yang tidak lagi netral, tetapi sangat memengaruhi teks keagamaan mana yang muncul, dibaca, dan dipercaya publik. Di saat yang sama, kehadiran influencer agama di ruang digital menghadirkan fenomena baru dalam otoritas penafsiran. Figur-figur seperti Gus Baha dan Gus Iqdam memperlihatkan bagaimana tafsir dan pesan keagamaan kini bergerak cepat melalui platform digital dan menjangkau audiens lintas generasi. Karena itu, menurutnya, kajian tafsir di kampus perlu lebih sensitif membaca perubahan sosial dan teknologi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Prof. Islah Gusmian menegaskan bahwa era kecerdasan buatan membuka tantangan sekaligus peluang baru bagi studi Al-Qur’an. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi keislaman dalam pengembangan teknologi digital agar kajian tafsir tidak hanya menjadi objek yang dibaca oleh sistem, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam membangun ekosistem pengetahuan digital. Dalam konteks ini, ia mencontohkan langkah NU Online yang mulai mengembangkan pemanfaatan AI dalam layanan keislaman digital. Menurutnya, kerja sama antara ahli tafsir dan para pengembang teknologi atau ahli coding menjadi kebutuhan mendesak agar khazanah Al-Qur’an dan tafsir dapat hadir di ruang digital secara lebih akurat, kontekstual, dan tetap berpijak pada tradisi keilmuan Islam yang kuat. Visiting Lecture ini menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan tradisi tafsir dengan tantangan teknologi masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate