Berita

HMPS IQT FUSA UIN Mataram Gelar FGD Bertajuk “Epistemologi Kaidah Tafsir” untuk Perkuat Tradisi Keilmuan Mahasiswa

Mataram 21 November 2025– Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) UIN Mataram sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Epistemologi Kaidah Tafsir dalam Tradisi ‘Ulūm al-Qur’ān” pada hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa IQT lintas angkatan, jajaran pengurus HMPS, serta sejumlah delegasi dari organisasi mahasiswa lainnya. Acara ini menjadi ruang akademik awal untuk memperkuat fondasi keilmuan mahasiswa dalam memahami perangkat-perangkat metodologis tafsir modern.


FGD menghadirkan M. Ziad Mustafid, Ketua HMPS IQT 2023 yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SEMA UIN Mataram dan Ketua Forum Mahasiswa Tafsir NTB, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Ziad menegaskan bahwa seorang mahasiswa IQT wajib menguasai pisau analisis yang menjadi instrumen utama dalam memahami teks suci. Salah satu yang terpenting adalah kaidah tafsir, yakni seperangkat landasan teoritis yang memungkinkan seorang mufassir menafsirkan ayat Al-Qur’an secara benar, sistematis, dan bertanggung jawab.


Ia menegaskan kembali urgensi hal tersebut dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa menafsirkan Al-Qur’an hanya berdasarkan pendapatnya sendiri, maka ia telah memesan tempatnya di neraka.” Menurutnya, hadis ini bukan sekadar peringatan teologis, tetapi juga pesan metodologis agar setiap penafsir memahami kerangka keilmuan tafsir sebelum berbicara tentang makna ayat. Karena itu, Ziad mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan langsung cara menganalisis ayat Al-Qur’an dengan dan kaidah-kaidah tafsir yang benar.


Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menguji pemahaman mereka terhadap konsep-konsep dasar tafsir. Kegiatan ini kemudian ditutup oleh Sofyan, Ketua HMPS IQT 2025, yang dalam closing statement-nya menegaskan bahwa ciri utama mahasiswa tafsir adalah penguasaan terhadap disiplin ‘Ulumul Qur’an dan kaidah-kaidah tafsir. Ia juga mengajak seluruh pengurus dan mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi, menumbuhkan budaya ilmiah, dan mengembangkan bakat serta keahlian mereka dalam studi Al-Qur’an.


Melalui FGD ini, HMPS IQT UIN Mataram berharap terciptanya generasi mahasiswa tafsir yang tidak hanya cakap secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan wawasan tafsir yang moderat, ilmiah, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Translate